Tiba-tiba saja, saat melihat blogdetik.com tepatnya di kolom hot blog diri ini langsung terpikat untuk ikut kontes dari inspiring womennya blogdetik. Sebelumnya terima kasih banyak kepada blogdetik dan komunitas detik, dirimu memang penuh pesona. Beruntung bisa menjadi salah satu bagian kecil dari blogdetik.
Tak berlama-lama, mari sahabat kita melebur sejenak dalam kisah ini.
Jika banyak orang yang beranggapan dirinya tak beruntung, maka hal itu tak berlaku bagiku. Karena Tuhan Yang Maha Baik, mengijinkanku untuk belajar dari 2 wanita hebat.

Wanita hebat yang pertama adalah nenekku, Mbah putri. Kesempatan berinteraksi dengannya begitu singkat tapi efeknya tidak sesingkat interaksi kami. Hanya 13 tahun lama interaksi dengan alm. Mbah putri, itu pun hanya pada saat liburan sekolah.
Mbah putri tak bisa membaca, namun untuk masalah berhitung beliau lebih cepat dariku. Pelajaran pertama yang uni dapat : dalam 1 kekurangan, selalu ada potensi lain yang lebih besar yang mampu dimanfaatkan. Dan Mbah putri benar-benar mengaplikasikannya, beliau tidak terpuruk hanya karena tak bisa membaca dan menulis. Namun beliau memanfaatkan keahliannya yang lain, yaitu menghitung. Mulai dari menghitung hasil panen, hingga ilmu hitung yang digunakan untuk berjualan di pasar.
Mbah putri termasuk pedagang yang sukses pada masanya. Bahkan menurut cerita dari ibu, setiap barang yang di jual Mbah putri ( baik itu dalam bentuk pangan atau barang-barang lainnya ) selalu saja habis diserbu pelanggan-pelangganya. Pelajaran berharga yang kedua : tak bisa membaca, bukan berarti tak bisa jadi wirausaha yang sukses. Asalkan memiliki niat yang kuat diiringi usaha dan do’a, rasa-rasanya tidak ada yang tidak mungkin.
Hal istimewa lain yang sempat ku lihat saat menemani Mbah putri ke pasar adalah beliau selalu memberi sebagian uang yang dimiliki untuk mbah-mbah lain ( yang usianya lebih renta dari Mbah putri ) yang kami temui sepanjang perjalanan. Jumlahnya memang tidak banyak, tapi cukup untuk beli jajanan di warung. Satu lagi pelajaran yang indah : jangan ragu untuk berbagi dengan sesama, dengan berbagi rezeki yang ada tidak akan pernah berkurang jumlahnya.
Setelah ditinggalkan alm. Mbah kakung, Mbah putri memilih untuk tetap menjadi orang tua tunggal. Di usianya yang semakin renta, semangat beliau tetap menyala. Dini hari mbah putri biasanya sudah melihat sawahnya, kemudian menyiapkan sarapan pagi untuk para pekerjanya. Hari-harinya penuh kesibukan, dan tak pernah kudengar keluh yang terucap. Mbah putri termasuk pribadi yang bijak, bahkan belum pernah mbah putri menasehatiku dengan kata-kata. Beliau selalu berbuat lebih dulu, dan menjadi teladan bagi kami cucu-cucunya. Pelajaran berharga : ‘bukankah akan lebih bermakna, bila sang teladan memberi teladan dalam bentuk perbuatan, daripada hanya sekedar berbicara?’.
Hal terakhir yang terekam jelas di ingatanku tentang Mbah putri adalah sebelum meninggal beliau telah membagi hak waris bagi putra-putrinya. Inilah salah satu bukti kebijakan beliau, beliau sangat tidak ingin para putra-putrinya menjadi tidak rukun hanya karena masalah harta waris. Mbah putri telah mengambil 1 langkah cerdas yang bijak dalam masalah waris ini. Walau hanya sejenak, begitu banyak hal indah yang telah mbah putri ukir dalam kanvas kehidupanku. Terimakasih Tuhan atas nikmat ini.
Wanita hebat yang kedua, tak lain dan tak bukan adalah ibuku tersayang. Begitu banyak yang ingin uni kisahkan, tapi pada kesempatan ini uni sajikan dalam bentuk puisi saja ya sahabat? ^_^
Saat diri ini ragu untuk memilih sebuah pilihan
Ibu membuatku yakin
Saat perasaan mulai jenuh dengan tatapan iri orang lain
Ibu mendamaikan kembali rasaku
Saat seharian penat beraktivitas
Ibu selalu menyambutku dengan bahagia
dalam seketika lelah itu pun menguap
Saat dalam batas tertentu diri ini mulai kesal pada tingkah seseorang
Ibu selalu berujar : jangan di perlihatkan kekesalannya
Saat ku bahagia meraih impianku
Ibulah orang pertama yang benar-benar bahagia bersamaku
Saat sakit datang menyapaku
Ibu yang paling sibuk merawatku
Sedari dulu hingga saat ini
Ku yakin, do’anya selalu menyelimuti kami
Kasihnya, tak kan pernah sanggup untukku bayar
Tuhanku Yang Maha Baik
Ijinkanlah, diri ini untuk membahagiakannya, amiiin.
sedikit catatan :
Bagi kami, Ibu adalah pusat grafitasi kehidupan kami. Saat Ibu sakit atau harus pergi ke luar kota, rasanya kehidupan kami beranjak tak teratur. Satu hal lagi, saat pulang ke rumah… Ibulah yang pertama kali kami cari. Dengan menatapnya saja, selalu mampu mengembalikan rasa damai dalam hati kami. Ibu adalah malaikat tak bersayap, yang tak pernah lelah mengasihi kami. Bagiku mbah putri dan Ibu adalah kartiniku yang paling hebat, karena benar-benar nyata kurasakan sosoknya dan teladannya. Uni pun yakin, di luar sana masih banyak lagi kartini-kartini lain yang menjelma menjadi pribadi-pribadi yang penuh manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.
Foto di atas adalah foto alm. Mbah putri dan foto malaikat tak bersayapku.
Sahabat,
semoga ada oleh-oleh yang dapat dibawa pulang dari kisah ini.
Terimakasih sahabat ^_^.
Categories: