Perpisahan dari sudut pandang yang lain

29 Mar 2013

b939fc5c263d47e5907c5c441950be1c_perpisahan

Perpisahan, dalam berbagai bentuk, pasti mengandung kesedihan di dalamnya. Baik itu perpisahan yang sementara atau perpisahan abadi seperti kematian. Sangat manusiawi, bila kita merasa begitu sedih saat orang-orang terdekat kembali pada Pelukan Sang Maha Kasih. Tak jarang kita menangis hingga tak ada lagi setetes pun air mata yang keluar. Ada pula yang terlampau sedih, hingga berkali-kali jatuh pingsan.

Konon katanya, bila orang-orang yang ditingalkan tidak rela melepas sang jenazah, perjalanan pulang bagi arwah sang jenazah menjadi sulit, atau terganggu.

Sedikit menawarkan sudut pandang yang berbeda, dalam menyikapi perpisahan abadi yang sering terasa menyesakkan. Sejatinya, bila seseorang meninggal dunia, berarti ia kembali pulang kepada Sang Pencipta. Kembali ke keabadian. Kembali ke tempat dimana ia berasal. Bisa diibaratkan seperti seorang anak yang lama melakukan perantauan di negeri antah berantah, lalu tiba saat ia pulang ke rumah. Bisa dipastikan perasaan sang anak, sangat senang luar biasa. Karena ia bisa kembali bertemu dengan Sang Ibu.

Dunia ini hanya tempat persinggahan sementara. Segalanya fana. Begitu banyak kepedihan, kekerasan, walau tidak dipungkiri ada bahagia pula di dunia. Tapi suatu saat kontrak hidup kita akan berakhir di dunia ini. Dan kembali pada asalnya. Kembali pada Pelukan Tuhan, tempat dimana tidak ada keresahan, kesedihan, tempat dimana kedamaian berasal. Nah bila kita melihat melalui sudut pandang ini, seharusnya kita bisa bahagia bila orang-orang terdekat kita ada yang pulang lebih dulu. Bahagia, karena mereka akan kembali pada Pelukan Tuhan. Bahagia, karena sudah pasti Kasih Sayang Tuhan melebihi kasih sayang seluruh mahluk di dunia.

Tapi untuk mampu melihat melalui sudut pandang di atas, memang tidak mudah. Tapi bila dilatih, insyaAllah kita bisa. Mari sahabat belajar ikhlas melepas. Karena idealnya, kembali pada Tuhan itu adalah tujuan kita semua.

Saat ibunda dari Dik Doang meninggal, beliau berkata pada para pelayat kira-kira seperti ini: ‘janganlah menangis, tersenyumlah, karena ibu bahagia disana’

342aec42ed11a93c9ca8462977066f35_goodbye-300x200

nb:
Tulisan ini dipersembahkan bagi alm. pak poh run, mbah jarot, dan sahabatku deuis kuraesin yang telah lebih dulu berpulang kepelukan Sang Maha Cinta beberapa waktu yang lalu. Saudaraku, sahabatku selamat jalan. Semoga Sang Maha Kasih melimpahkan Kasihnya kepada kita semua, amin. Sampai berjumpa lagi nanti di alam keabadian. Luv u all.

image di ambil dari sini dan dari sini.


TAGS perpisahan kematian bahagia


-

Author

Seseorang yg punya banyak mimpi, tertarik dengan berbagai hal baru, senang belajar, hobi nonton.

Follow Me

Search

Recent Post