• 21

    Sep

    Bersyukur, melapangkan hati ^_^

    Pagi ini, gerimis datang begitu saja. Mudah sekali untuk mengeluh sebenarnya. Tapi adakah gunanya mengeluh, jika gerimis tetap saja membasahi. Lebih baik tersenyum, bersyukur, dan menikmati pesona gerimis pagi. Sesampainya di tempat kerja, langsung menuju blogdetik. Ternyata ada kontes bersyukur di september ceria ini, dengan sponsor Alexandria band. Wah, berita baik di pagi yang gerimis. Hehe, jadi tambah semangat ingin ikut memeriahkan. ^_^ Bersyukur, sebenarnya hal yang teramat mudah. Hanya kita sebagai seorang hamba kadang lupa, untuk sekedar melakukannya. Tuhan, maafkan kami yang sering lalai mensyukuri segala nikmat yang Kau beri. Bila sebentar saja kita mulai berpikir. Sebanyak apa nikmat yang kita terima, jawabannya akan sangat luar biasa banyaknya. Bahkan, tak akan pernah san
  • 30

    Aug

    Biar waktu yang menjawab

    lembutnya hatimu buatku merasa tenang berbincang bersamamu buatku merasa bahagia akan berakhir seperti apa nantinya biar waktu saja yang menjawabnya Setiap kali membaca catatanku itu, hanya dirimu yang tergambar. Mengusik kembali rindu, yang tak seharusnya ada. Kotak kenangan, sedikit demi sedikit meminta untuk dilirik kembali. Beberapa waktu yang lalu… saat tak sengaja salah mengirim email, dirimu segera mengirim pesan, mengira aku marah kepadamu. Dan kutangkap itu sebagai isarat cemburu. Karena dirimu tak berhenti ketika ku mengaku salah mengirim pesan. Kau ingin tau sedikit lebih jauh, tentang lelaki itu, dan siapa dia. Setelah beberapa lama saling bersinggungan dalam lingkaran rotasi yang sama, rasa ini mulai hadir. Ku suka caramu membantuku mewujudkan sedikit demi sediki
  • 27

    Jan

    Biarlah ia mengapung ^_^

    Jalan yang harus ditempuh masih panjang. Sesaat ide ini khan ku lepas di bawah langit harapan. Biarlah ia mengapung mengambang tepat di bawah langit harapan. Bila saatnya telah tiba, pasti akan mudah mewujudkannya. Namun bila belum saatnya, sekeras apa pun kita berusaha pasti tak khan terwujud. Berat melepasnya begitu saja. Sedih, tentunya tapi ku yakin ada sesuatu yang indah dibalik ini semua. Setidaknya telah ku ukir satu langkah sederhana. Satu langkah yang mendekatkan impianku pada langit harapan. Mulai melangkah mencari hal-hal yang berkaitan dengan impian ini. Mulai menelusuri potensi dari sahabat-sahabatku yang mampu bersinergi dalam mewujudkan impian ini. Satu persatu ku ukir langkah sederhana… hingga pada saatnya nanti impian itu tak lagi disebut sebagai i
  • 17

    Jun

    Sayap-sayap yang tak nampak

    Mereka adalah para sahabat sejatiku, yang selalu ada saat kepak sayapku mulai tak berirama. Mereka menghulurkan sayapnya membuat diriku semakin berkembang Mereka memelukku dengan sayapnya saat diri ini tengah merasa jatuh Saat ku terluka, sayap-sayap itu membawaku terbang hingga luka itu menjelma tawa Saat ku menangis, sayap-sayap itu menampung air mataku hingga air mata itu membiaskan pelangi Duhai kepak-kepak sayap yang tak nampak Beribu cinta kupersembahkan bagi kalian mutiara hatiku. Maafkan diri ini yang belum mampu menjelma menjadi sayap-sayap yang mampu memberikan damai di hatimu.
  • 4

    Aug

    ada saatnya...

    ada saatnya ingin ku berhenti sejenak dari jalan panjang pendakian ini ada masanya ingin kunikmati sejenak saja indahnya renungan ada kalanya ingin terlepas sebentar saja dari berbagai beban yang melekat di bahu rehat… ya itu yang ku butuhkan saat ini sejenak menghela napas panjang sejenak menepis penat yang mulai menggoda membiarkan jasad kembali di penuhi energi positif membiarkan rasa kembali pada fitrah yang seharusnya menyatukan kembali semangat yang sempat tercecer lalu menyimpannya dengan seksama agar jalan pendakian yang tersisa dapat dilalui dengan lebih ringan Zemangat mendaki dan teruslah bergerak karna jalan yg harus ditaklukkan masih panjang
  • 29

    Jul

    Telah tiba saatnya...

    Saat gelap menghampiri… Cahayalah yang paling dinanti Saat hampa yang dirasa… Cerialah yang paling didamba Saat senyap menyapa… Semaraklah yang paling diharapkan hadir Saat kanvas kehidupan kian dilumuri warna kelabu Saatnya kita untuk menorehkan garis-garis ceria Saatnya kita untuk mewarnainya dengan langkah nyata Sahabat, telah tiba masanya… untuk segera ambil bagian dalam mencerahkan kanvas dunia yang mulai suram untuk segera bergerak, meniti jalan panjang pendakian harapan yang lebih baik Dunia menanti ANda sahabat… untuk turut menghiasinya dengan langkah perbaikan yang menawan untuk bersama merajut impian menjadi kenyataan Mari bersama bergerak, Mari bersama berjabat erat, Mari bersama merapikan barisan, agar impian itu lekas jadi kenyataan Haqaa-iq
  • 28

    Jul

    Sahabat adalah...

    Sahabat adalah ‘jendela’ dengannya dapat kulihat hidup dari sisi yang berbeda dengannya mampu kunikmati warna-warna baru di hidupku Sahabat adalah ‘cermin’ ia, selalu menampakkan apa yang terlihat walaupun itu buruk… walaupun itu tak baik… Sahabat adalah ‘buku’ darinya, aku belajar kisah-kisah penuh makna darinya, aku membaca sketsa-sketsa yang istimewa betapa indahnya saat… warna kalian membaur di dalam kanvas hidupku betapa istimewanya… memiliki sahabat seperti kalian Ya Rabb, terimakasih atas kado-kado istimewa ini sahabat yang membuatku semakin bermakna Alhamdulillah… Alhamdulillah…
  • 24

    Jul

    aku ditinggal...

    kisah ini terjadi di pertigaan jalan kebon kopi dengan latar hujan rintik-rintik yang terus bergulir beberapa hari yang lalu, sepulang kerja *** saat itu, aku sedang duduk di bangku penumpang angkutan umum ya, tepat di tempat duduk dekat pintu keluar… hujan pun datang berkunjung, rintik-rintik bersambung terus menerus saat hujan biasanya mendadak angkutan-angkutan umum penuh sesak para penumpang rela menggadaikan rasa aman, asalkan tidak kehujanan begitu pula denganku, hati kecilku pun berkata : ‘ga papalah duduk di pinggir juga, yang penting ga keujanan, en bisa cepet nyampe rumah, hehe…’ tempat yang tidak terlalu nyaman memang, tapi dinikmati saja. setelah beberapa saat angkutan ini melaju, tepatnya di pertigaan jalan kebon kopi, tiba-tiba ada penumpang yang ak
  • 21

    Jul

    Semua bergerak, mengapa aku harus terpaku !!!

    Bumi masih berputar pada porosnya, jantungku pun masih berdetak, lalu mengapa aku masih disini, tanpa ada suatu hal yang kuperbuat. Berkali-kali kata-kata itu menghujani, menganggu setiap detak napasku. Ya aku sekarang seorang ‘pengacara’ alias pengangguran tanpa acara. Jenuh, bosan, bingung Tenyata bekerja itu sangatlah menyenangkan, saat bekerja aku merasa menjadi sesuatu yang berarti. Meskipun rasa bosan akan rutinitas kerja kerap kali menyapaku. Aku kira saat aku jadi pengacara aku bisa melahap buku bacaan sebanyak mungkin, melakukan hal-hal yang luar biasa, ya singkatnya hidupku akan lebih berwarna bila aku tidak bekerja. Sebulan menjadi pengacara aku merasa menjadi seorang yang sangat tidak produktif, aku jarang membaca, aku tidak melakukan apapun, aku seperti mayat hi
  • 17

    Jul

    Yang semula pahit, namun akhirnya manis...

    Saat itu, rasanya persis seperti minum obat Pahit…ga enak… *** Setahun hidup bersamanya. Bukanlah waktu yang singkat. Banyak hal yang kami lalui bersama. Beribu sketsa telah dijalani berdua. Dari senyum hingga tawa Dari sedih hingga terisak Kita selalu bersama… Disaat kau terjatuh, kucoba tuk berikan dukungan Disaat ku terpuruk, kau hadir tuk berikan sokongan Disaat bahagia, kita nikmati bersama Tiba-tiba, takdirNya berbicara lain… Kita mulai dipisahkan, mulai ada jarak yang membentangSekat pertama Kita mulai berbeda jam kerja Kita terpisah 12 jam Saat kau sibuk berkarya, diriku masih memanjakan jiwa Saat ku mulai berkerja, giliranmu melepas penat Saat itu, hanya buku harian bersama saja yang mampu menjembatani cerita-cerita kita Sekat kedua Dirimu memutuskan

Author

Seseorang yg punya banyak mimpi, tertarik dengan berbagai hal baru, senang belajar, hobi nonton.

Follow Me

Search

Recent Post